Ku Rindu, Opa.

Opa hanyalah seorang Opa.
Orang tua yang kuat sekaligus lembut hatinya.
Setiap saat selalu was was kepadaku,
Selalu ingat tuk bilang bahwa aku harus menjaga diri. Tidak boleh mudah dibujuk orang.
Opa selalu peduli padaku.
Apakah aku mengantuk,
Apakah aku sudah makan,
Takut aku kehujanan,
Apa aku sudah sampai di rumah dengan selamat,
Menjahitkan celana tidur yang khas yaitu dengan kombinasi kain perca,
Membelikan susu ultra atau ice cream,
Membuatkan aku pizza mie pertama yang kusukai sampai sekarang.
Opa hanyalah Opa.
yang masih aku rindukan hingga saat ini.
yang selalu kusesali kepergiannya yang mendadak,
hingga aku tak sempat mengatakan apapun, bahkan untuk bilang aku sungguh menghormati dan menyayanginya atau sekedar ucapan terima kasih telah menjagaku hingga menjadi wanita dewasa yang baik.
Yang kubisa hanya menangisinya dalam keheningan juga kesepian.
Memarahi diriku karena tidak melihatnya tuk terakhir kalinya.
Sungguh aku hanya bisa menangis.

Comments

Popular posts from this blog

Anabul

Kuatlah!