Mencintai dengan Caraku
"Biarkan aku aku mencintaimu dengan caraku" - Arsy Widianto
Beberapa hari ini, lagu itu terus mengalun dalam smartphone yang terhubung dalam spotify . Aku suka lagu itu. Liriknya, nada lagunya. Saat aku mendengarkan lagu itu, sering kali terbesit wajah seseorang. Aku ingat beberapa waktu yang lalu dia bertanya padaku tentang bagaimana jika dia dipindahkan keluar kota. Apakah aku akan tetap bersamanya atau tidak. Jujur saja, aku selalu takut menjalani hubungan jarak jauh. Alasannya bukan karena tidak mampu, tapi karena tak terbiasa. Tapi, hidup ini selalu membutuhkan banyak pilihan. Terkadang untuk maju, harus ada beberapa hal yang rela dikorbankan. Harus ada yang mengalah. Tidak egois. Kalau aku terus menahannya disisiku, tentu bukan hanya dia yang tidak berkembang dan itu bukanlah cinta yang benar. Untuk menjadi seseorang yang bermakna, dibutuhkan kerja keras, usaha dan doa. Setiap orang yang bermimpi besar, mampu melakukan hal yang besar pula. Setiap orang yang dapat melakukan hal besar sama dengan dia telah dipercaya dan memang pantas mendapatkan hal itu. Memang tak rela rasanya ketika sedang berada dipuncak untuk menikmati keindahan, lalu harus segera turun ke bawah karena cuaca mendung. Kalau tidak, mungkin akan tergelincir nantinya. Sama seperti halnya ketika mencintai seseorang. Apabila tetap menahannya dipuncak menikmati keindahan bersama, tapi memiliki akhir yang belum tentu sama indahnya. Maka itu sebagai manusia yang terbatas, kita harus memikirkan segala resikonya. Memperhitungkan hal-hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan. Memikirkan orang lain agar mendapatkan akhir yang indah juga. Karena keindahan bukan hanya bisa dinikmati saat berada di puncak. Tetapi juga bahkan saat kita berada di dasar laut sekalipun.
Aku akan belajar merelakan, mengikhlaskan dan mendoakan yang terbaik. Untuk hubungan yang baik saat ini dan seterusnya. Kisah kita penting, untuk itu aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang benar. Aku tidak akan memaksakan kehendakku padamu, yang artinya akan menurunkan egoku dan menerima segala keputusan baik yang akan kamu jalani. Aku masih percaya pepatah yang mengatakan bahwa yang dinamakan jodoh akan selalu tau jalan untuk pulang ke rumahnya.
Comments
Post a Comment