Cemburu

Ada satu perasaan yang mengusik dan memenggelitik dalam benakku.
Perasaan yang sungguh membuatku tak nyaman apabila diungkapkan maupun dipendam.
Hati yang menjadi memburu karena emosi dan pikiran yang berkecamuk.
Apakah aku boleh seperti ini?
Apakah aku pantas melakukannya?
Kenapa dia? Kenapa aku?
Banyak hal...

Kunci hubungan yang baik adalah kepercayaan.
Tapi pertanyaannya adalah bila terjadi pengulangan kejadian yang menyesakkan, apakah kepercayaan itu tetap masih ada?
Aku sering berpikir.
Memikirkan bagaimana caraku untuk mempercayai orang,
yang tentu saja tidak bisa aku lihat setiap hari. Tidak bisa aku pantau setiap saat.
Kerinduan yang kian memuncak terkadang membuatku menjadi kelabu.
Aku tidak bertindak dengan baik. Aku marah. Aku cemburu.

Perih rasanya ketika terjadi perbandingan antara aku dan dia. Cukup menyakitkan ketika teman teman masih mengungkit dia sebagai orang yang tak bisa terlupakan. Menyesakkan juga saat orang yang bersangkutan pun bersikap seolah olah masih memikirkan dia, bahkan menanggapi apabila orang dengan sengaja memancing untuk membicarakan dia.. 
Bagaimana kalau aku lakukan hal yang sama?


Comments

Popular posts from this blog

Anabul

Kuatlah!