Menyesal

 Sebelum memejamkan mata di malam hari, pikiranku seringkali berkelana kesana dan kemari seolah tak ingin mengakhiri hari. Sesaat tergambar dengan jelas kenangan masa kecilku, masa remaja hingga dewasa muda. Aku sangat merindukan kedua orang tuaku. Semakin hari mereka semakin tua & aku juga harus semakin bisa hidup dengan mandiri. Aku harus mempersiapkan diri untuk banyak hal diluar sana yang tak pernah terduga apa. 

Dulu aku bisa dengan bebas mengadu dan mengeluh, namun saat ini aku tidak. Aku yang pandai bercerita dan tertawa, saat ini tidak. Ternyata dewasa itu sulit. Ternyata dewasa itu penuh dengan tangisan. Ingin menyudahinya tak memungkinkan, dan kembali ke masa lalu pun tak ada guna. Menyesal, selalu itu yang terbesit.

Comments

Popular posts from this blog

Anabul

Kuatlah!