Posts

Showing posts from April, 2024

Hujan

Hujan membawa saya pada kenangan lama. Mengingatkan kembali pada masa kecil yang dulu rasanya perih, namun saat diingat menjadi nostalgia yang manis.  Setiap hari di musim hujan, saya harus menaiki motor, duduk di depan dan berangkat sekolah bersama bapak juga kakak saya. Sangat tidak nyaman. Mantol yang seadanya, kadang membuat sepatu dan baju menjadi basah. Belum lagi saat pulang sekolah, saya kembali harus menaiki motor dengan mengenakan mantol, maka setiap hari saya pasti mengenakan jaket dan lebih sering dikuncir kuda saat itu.  Tapi saya tidak pernah membenci hujan, saya selalu senang karena hujan membawa damai dan suasana nyaman. Kala hujan deras mengguyur, selalu ada sosok bapak yang menjaga. Bapak yang selalu sedia mengantar kemana saya hendak pergi. Tak peduli pada akhirnya bajunya basah atau sepatunya basah, tapi bapak selalu memberikan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Saya melihat & merasakannya. Terima kasih bapak. Maka itu saat hujan, saya menjadi rindu b...

Berhenti

     Saya adalah seorang pemotor. Bisa dibilang, motor adalah kaki saya. Karena hampir setiap hari menggunakannya sebagai transportasi utama ketika berpergian. Jarak antara rumah ke kantor kurang lebih 18 kilometer (satu kali perjalanan) dan jika dijumlahkan pulang pergi menjadi 36 kilometer. Saya mengendarai motor sendiri dengan kecepatan 40 km/jam atau paling kencang 80 km/jam, waktu perjalanan pun cukup lama ya sekitar 40-45 menit atau jika lalu lintas tidak terlalu padat, bisa hanya memakan waktu 30 menit.     Suatu ketika pernah, saat cuaca hujan. Saya memacu motor saya dengan kecepatan 60-80km/jam, karena saya menghindari hujan. "Di depan sedang lampu hijau! Saya akan berhasil melewati ini jika kecepatan saya bertambah" pikir saya. Namun, sudah jelas jalanan licin dan ada mobil di depan saya yang melambat, maka saya menggunakan rem tangan lalu akhirnya terpeleset. Kaget. Saya terjatuh dan terluka dibagian siku juga memar di daerah paha. Tapi ada dua orang ...

I R I

Melihat mereka yang mampu melakukan apapun, mencapai mimpinya dengan mudah,  menghasilkan banyak hal di dunia orang dewasa, sangat membuat iri. Mereka tersenyum dan bahagia,  pergi ke kota-kota besar di berbagai negara, membeli barang-barang mewah, makan makanan yang lezat setiap harinya, mencoba banyak hal baru, yang bahkan sudah kumimpikan dari dulu kala, namun mereka sudah menggapainya. Lelah sekali kalau harus terus membandingkan, dengan orang yang perjuangannya tak sama, juga yang pengorbanannya tak sama, mungkin sejak lahir mereka sudah beruntung? atau memang punya previllage,  yang artinya mereka spesial. Setiap harinya terus berusaha memahami, hal-hal yang rumit di sekeliling, entah mengapa, kapan dan bagaimana kita harus berjuang atau tentang siapa dan dimana yang akan mewujudkannya.  Terlalu sering merasa kesal, sampai kepala dipenuhi oleh pemikiran-pemikiran picik. Lagi-lagi berakhir dengan menyalakan keadaan, lalu memaki diri dalam kekalutan. Manusiawi.