Hujan

Hujan membawa saya pada kenangan lama. Mengingatkan kembali pada masa kecil yang dulu rasanya perih, namun saat diingat menjadi nostalgia yang manis. 

Setiap hari di musim hujan, saya harus menaiki motor, duduk di depan dan berangkat sekolah bersama bapak juga kakak saya. Sangat tidak nyaman. Mantol yang seadanya, kadang membuat sepatu dan baju menjadi basah. Belum lagi saat pulang sekolah, saya kembali harus menaiki motor dengan mengenakan mantol, maka setiap hari saya pasti mengenakan jaket dan lebih sering dikuncir kuda saat itu. 

Tapi saya tidak pernah membenci hujan, saya selalu senang karena hujan membawa damai dan suasana nyaman. Kala hujan deras mengguyur, selalu ada sosok bapak yang menjaga. Bapak yang selalu sedia mengantar kemana saya hendak pergi. Tak peduli pada akhirnya bajunya basah atau sepatunya basah, tapi bapak selalu memberikan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Saya melihat & merasakannya. Terima kasih bapak.

Maka itu saat hujan, saya menjadi rindu bapak. Andai bapak bisa selalu ada menemani dan mengantar kala hujan deras menerpa, pasti akan sangat menyenangkan. 

Comments

Popular posts from this blog

Anabul

Kuatlah!