Perasaan Lucu

Lucunya saat menjadi dewasa, saat mendengar orang lain bercerita pengalamannya rasanya seperti djavu. 

Pikiranku langsung melayang ke masa lalu yang dimana aku juga pernah mengalami hal serupa, aku juga pernah ada di posisinya itu. 

Aku pernah merasakan jatuh cinta yang membutakan mata, pernah menangis tersedu-sedu karena hal hal sepele. Pernah kecewa dan overthinking sampai gak bisa lagi mendengar dan melihat kebaikan yang sudah terjadi. Aku hanya fokus pada perasaan sakitnya, pada perasaan dukanya. Padahal semua itu pun akan mudah berlalu. Semua kejadian, pengalaman dan perasaan itu yang menguatkan dan menumbuhkan aku hingga menjadi diriku yang sekarang.

Saat mendengarnya dari orang lain, rasanya lucu. Bukannya tidak berempati pada perasaan orang, tapi justru aku tersenyum karena aku melihat cerminan diriku di orang itu. 

Teruntuk aku yang dulu anak-anak, terima kasih sudah selalu ceria dan mau berteman dengan siapa saja. Kamu memang istimewa sejak mulanya. 

Teruntuk aku yang dulu remaja, kamu terlalu banyak galau dan gak pernah tau tujuan hidupmu, kamu punya warna tapi tak terlihat dimanapun. Kamu sering menangis dan terluka saat mencari jati dirimu, tapi kamu kuat. Terima kasih sudah bertahan dan selalu berusaha membangun hal-hal baik yang akhirnya tertanam dalam diri ini.

Teruntuk aku yang sekarang, sepertinya hampir semua emosi kamu sudah merasakannya. Kamu semakin pandai berteman dan mengendalikan diri. Tidak lagi tenggelam dalam ketakutan, kesepian dan ketergantungan hal hal yang tak perlu. Kamu hebat! Berproses lewat kesakitan, dan terus berjalan ke tujuan yang kamu tetapkan sendiri. Lewati batas yang menahanmu melesat lebih jauh dan lebih tinggi lagi.


Comments

Popular posts from this blog

Anabul

Kuatlah!