Menuju kepala 3

        Hari ini 24/10/25 aku kehilangan handphone. Foto, video, dan semua catatan penting di HP raib. Sebenernya aku gak terlalu sedih karena HP itu hilang. Karena emang HPnya juga udah lemot, sering error, baterainya udh lemah + carger rusak, ditambah lagi penyimpanannya udh penuh. Jadi aku bener-bener ikhlas. Cuma aku harus beli HP baru aja jadi perlu keluar 2jt, sedangkan sebulan lalu baru aja ngambil tablet yg cicilannya masih berjalan. Jadi double cicilan. Tapiii, baiknya Bapak aku malah dengan kesadaran penuh mentransfer uang buat beli HP itu. Jadi merasa terharu dan malu kenapa aku bisa se-teledor itu. Jadi nyusahin orang tua. Bapak aku tu ya bener-bener bikin melow banget. Terutama karena aku udah ga serumah lagi, dia suka menunjukkan kerandoman yang bikin aku malah jadi kayak "Aaaaaaa, I miss youuuu...." kasih sayangnya bukan lewat kata-kata tapi langsung bertindak yang membuat aku jadi sangaaat amaaat melow. Bapak itu orang yang sangat hangat (sebenarnya) karena selalu mendengarkan dan diam-diam memikirkan semua hal yang diceritakan anaknya. Pengen nangis rasanya kalau nyeritain tentang Bapak.  

        4 minggu yg lalu kaki kiri aku kelindes ban mobil, karena aku (lagi-lagi) kurang hati-hati saat berkendara. Orang pertama yang mengobati kaki aku adalah Bapak. Bapak datang sama Mama 2 hari berturut-turut dari jatuh dan besoknya lagi, cuma buat ngurusin dan ngobatin kaki aku. Hu hu hu.... semakin merasa sedih, karena sekarang meskipun tinggalnya gak jauh, tapi gak bisa merasakan kasih sayangnya setiap hari. 

        Oke-oke, aku diusia 29 ini nano-nano banget. Banyak kejadian yang terjadi, entah itu aku sakit dan kena sial, ada aja. Bahkan aku juga sempat masuk IGD, gara-gara batuk gak kunjung sembuh. Diagnosanya adalah gejala pneumonia. Aku harus diinfus vitamin dan diuap, habisin biaya 1,6jt sekali berobat! Tapi aku masih patut bersyukur karena tahun ini juga rejekinya ada aja. Aku bisa selesai PPG, aku juga diangkat jadi karyawan tetap yang otomatis menaikkan pendapatan aku per bulannya. 

        Sekarang, sudah bulan 11, hampir setiap hari dalam minggu terakhir ini ada aja yang ngirim aku makanan. Aku juga bisa sedikit berbagi ke orang tuaku. Belikan apa yang sekiranya mereka perlu. Meskipun aku belum sepenuhnya menggapai harapanku yang ingin sekali travelling ke luar negeri, tapi ya aku berusaha pelan-pelan buat bisa kesana. Aku juga berusaha untuk bisa menempuh pendidikan S2, mudah-mudahan semua harapanku diberikan kelancaran. amin.

Comments

Popular posts from this blog

Anabul

Kuatlah!