Hal yang Baru Aku Tahu

Ketika sudah menikah, aku baru tahu rasanya sepi. 

Dulu saat banyak anggota keluarga di rumah, kami jarang melakukan obrolan dari hati ke hati. Tapi sekarang aku merasa obrolan itu sangat diperlukan dalam membangun keluarga yang utuh.

Ketika sudah menikah, aku baru tahu bagaimana cara tanggung jawab sebagai pasangan.

Aku harus tahu kapan waktunya bermain, bekerja, lalu masih harus membagi waktu untuk mengerjakan kewajibanku sebagai ibu rumah tangga. Cucian piring dan pakaian kotor, tumpukan pakaian bersih menggunung yang belum disetrika, dan segala pekerjaan rumah yang kecil dan berulang-ulang harus dikerjakan. 

Ketika sudah menikah, aku baru tahu rasanya kelelahan dan kesakitan tapi harus cepat bangkit.

Aku tak bisa menutup mata dan beristirahat dengan tenang kalau masih melihat kondisi rumah berantakan, tetap harus memasak dan melayani diri sendiri dengan tegar ditambah melayani makhluk hidup yang di dalam rumah dalam segala kondisi.

Ketika sudah menikah, aku baru tahu rasanya sangat senang jika bisa menghabiskan waktu bersama pasangan tanpa gangguan apapun baik itu pekerjaan atau gejolak emosi dari diri kami masing² yang kadang mempengaruhi keseharian & tingkah laku kami saat berdekatan.

Ketika sudah menikah, sangat seru jika bisa tidur siang bersama, makan ciki atau mie instan, sambil menonton film kesukaan, jalan-jalan keliling komplek, pergi berbelanja, dan memimpikan masa depan yang sama. 

Ketika sudah menikah, aku tahu rasanya lelah menunggu dan berhenti berharap terlalu tinggi untuk banyak hal.

Lebih baik hidup dalam kesederhanaan dan kebahagiaan kecil berulang, daripada berekspektasi terlalu tinggi dan akhirnya jatuh kecewa karena menuntut orang lain yang akan mewujudkan impian itu. Lebih baik bersandar pada kaki sendiri meski terengah-engah, daripada memprioritaskan orang lain yang belum tentu melakukan hal yang sama untuk diriku.

Ketika sudah menikah, aku tahu banyak hal. Aku belajar memahami, menerima, melepaskan, mencintai secukupnya, mengikhlaskan apa yang memang bukan untuk aku, mendewasakan diri, menenangkan jiwa, melihat segala yang membangun diriku menjadi lebih kuat dan optimis, membuang emosi negatif dan mengontrol emosi dan pemikiranku lebih baik lagi, agar apapun yang aku terima nantinya, akan aku rayakan dengan penuh kesadaran, tanpa kuatir, tanpa ragu, tanpa keluhan.


Comments

Popular posts from this blog

Anabul

Kuatlah!