Posts

Kenapa ?

Egoisnya para manusia ini. Kenapa sih semakin hari mereka makin meninggikan egonya. Satunya bilang A yang lain bilang B. Mereka sama-sama punya perasaan yang ga tersampaikan tapi bukannya diselesaikan malah dibiarkan berlarut-larut. Jeleknya nanti akan terbawa penyesalan itu sampai tua. Sampai mati malah. Kenapa sih para orang ini gak berusaha untuk keluar dari zona yang ga nyaman ini. Bukannya mencari jalan tengah, duduk berdua dan berdiskusi tapi malah yang dilakukan adalah menghindar dan saling mencari pembelaan saat salah satunya ga ada. Capek banget yah lihatnya. Selalu ada jarak antara Ibu & anak yang semakin hari semakin sengit. Bahkan sekarang udah ga ada lagi obrolan santai saling memuji atau sekedar berbagi resep, yang diingat hanya masa lalu dan semua hal yang sudah terjadi lampau, memendam rasa kebencian dan kekesalan terus menerus sampai hati membuat diri terluka.

Kembali Pulang

Hari ini aku bahagia sekali. Bahagiaku sederhana, semua karena aku bisa berjalan berdua dengan kamu, memeluk kamu dari belakang tatkala kita menaiki motor berplat nomer "AD" dengan rintik rintik hujan yang membasahi kota Bogor.  Indah sekali setiap perbincangan kita hari ini. Dimulai dari makan bersama di rumah makan Sunda, lalu berlanjut minum kopi yang disajikan bersama karamel yang menjadikannya manis, kita bercerita dari hal yang aku tak mengerti jadi mengerti. Berhadapan dengan laptop masing-masing karena mengerjakan pekerjaan kantor tetapi lalu keadaan menjadi cair ketika tatapan mata kita saling beradu, mulai tertawa bersama dan berceloteh dari yang lucu, mistis, syukur, haru, dan mengesalkan. Aku menemukan titik dimana hati kita yang dulu saling jatuh cinta kini kembali merasakan hal yang sama.  Jujur aku rindu moment seperti itu. Aku rindu suaramu yang pelan tapi berat. Ceritamu selalu mampu mengembangkan imajinasiku menjadi terbawa suasana. Candamu yang kadang me...

Resolusi 2019

Halo 2019 ! Tidak terasa banyak hal yang sudah dicapai ditahun sebelumnya, kebahagiaan, kesukaan, dan lain sebagainya. Kalo boleh flashback sedikit... Kesedihan terdalam yang aku alami sepanjang tahun 2018 adalah kehilangan Opa aku di bulan April. Opa ku tuh deket sama aku, beliau selalu nasehatin aku selalu care sama aku sampai pas aku KKN, Opa ikut nganter ke Sukabumi. Banyak hal yang bikin aku ga cepet terima setelah kehilangannya. Tapi disamping itu juga, aku dapat kebahagiaan yang luar biasa besar, setelah bertahan dari setiap pencobaan. Tuhan kasih aku hadiah yang besar.  Hal yang paling membahagiakan aku tahun 2018 adalah aku bisa lulus cumlaude . Di umur yang masih muda, aku sudah punya gelar sarjana plus langsung dapat kerja di salah satu sekolah terkenal di kota Bogor.  Tuhan selalu punya rencana baik. Aku selalu percaya itu. Hari-hari yang penuh dengan kepenatan akan terbayar saat aku sudah mampu bertanggung jawab atas diriku sendiri, atas kehidupanku. Tu...

Cita-citaku : Ibu

Jadi Ibu itu tidak mudah. Betul sekali. Setiap hari harus bangun pagi, mengurus semua kebutuhan anggota keluarga. Dari bekal, sarapan, seragam, kebersihan rumah, belum lagi setumpuk cucian kotor di dapur dan kamar mandi. Ibu rumah tangga bekerja 24jam/hari.  Kalau jadi Ibu yang berkarir juga sama. Selain dipusingkan oleh kebutuhan di rumah, ada tuntutan di tempat kerja, pulang kerja sudah harus kembali mengurus keluarga. Belum PR anak, makan malam, cek semua tagihan bulanan, cek keadaan semua anggota keluarga supaya tidak ada yang sakit, supaya tetap harmonis dan terjaga komunikasinya, supaya tetap hangat.  Ibu benar benar jantung keluarga, yang harus tahu segalanya. Segala-galanya. Waktu kecil, aku ingin menjadi ibu. Sampai saat ini pun masih ingin menjadi ibu. Tetapi akan jadi ibu seperti apa aku nantinya, aku juga tidak tahu.  Aku belajar dari mama, oma, tante, guru bahkan tetanggaku semua. Aku melihat, mendengar, menganalisis dan merancang masa depanku nanti ...

Cemburu

Ada satu perasaan yang mengusik dan memenggelitik dalam benakku. Perasaan yang sungguh membuatku tak nyaman apabila diungkapkan maupun dipendam. Hati yang menjadi memburu karena emosi dan pikiran yang berkecamuk. Apakah aku boleh seperti ini? Apakah aku pantas melakukannya? Kenapa dia? Kenapa aku? Banyak hal... Kunci hubungan yang baik adalah kepercayaan. Tapi pertanyaannya adalah bila terjadi pengulangan kejadian yang menyesakkan, apakah kepercayaan itu tetap masih ada? Aku sering berpikir. Memikirkan bagaimana caraku untuk mempercayai orang, yang tentu saja tidak bisa aku lihat setiap hari. Tidak bisa aku pantau setiap saat. Kerinduan yang kian memuncak terkadang membuatku menjadi kelabu. Aku tidak bertindak dengan baik. Aku marah. Aku cemburu. Perih rasanya ketika terjadi perbandingan antara aku dan dia. Cukup menyakitkan ketika teman teman masih mengungkit dia sebagai orang yang tak bisa terlupakan. Menyesakkan juga saat orang yang bersangkutan pun bersikap seolah ol...

Hal yang Kusukai

Aku adalah wanita sederhana, yang gemar membuatmu tersenyum, senang berada dipelukanmu, dan suka mengagumi kamu dari hal-hal kecil. Aku menghapal tanggal lahirmu, Nama lengkapmu, Anggota keluargamu, Alamat rumahmu, semua kesukaanmu, dan rutinitasmu. Aku senang menunggumu jika kamu pulang malam. Itu adalah bentuk dukunganku sebagai wanitamu. Aku ingin bersamamu lebih lama, meskipun terkadang ekspetasiku terlalu tinggi dan tidak sesuai harapan. Tetapi tak apa, aku ingin melakukannya dengan niat yang baik. Aku sangat jatuh cinta pada permainan gitar yang kamu senandungkan untukku. Meskipun aku tak tahu sudah berapa wanita sebelumnya yg kamu perlakukan seperti itu, Aku menyukai semua panggilan sayangmu padaku. Menyukai cara kamu memegang tanganku, dan caramu membujuk aku yang tengah merajuk. Kamu pandai membuat emosiku reda. Kamu bisa menenangkan aku dengan cara yang aku sukai. Kamu tidak pernah memaksaku melakukan hal yang tidak aku inginkan, dan justru mengajarkan aku ...

Surat Cintaku untuk Tuhanku

Surat cintaku untuk Tuhanku. Terima kasih, Bapa. Engkau selalu menjagaku dalam setiap perjalanan hidupku di dunia ini. Engkau memberikan kedua orang tua yang pengertian dan bijaksana. Engkau memberikan keluarga yang lengkap penuh cinta kasih, Engkau memberikan sahabat yang selalu menemani dikala gundah, dan juga memberikan pendamping hidup yang selalu mengarahkan aku dalam mengambil keputusan. Ya Bapa, terima kasih karena Engkau telah memberikan aku kesempatan untuk bekerja. Aku boleh mendermakan hasil jeripayahku kepada keluargaku dan menyenangkan orang lain. Terima kasih karena Tuhan telah mempertemukan aku dengan orang baik setiap harinya, yang membukakan pintu rejeki bagiku saat ini. Tuhan aku juga bersyukur karena selalu Engkau pelihara sehingga aku sehat dan dijauhkan dari segala marabahaya. Ya Tuhan aku ingin medoakan orang orang yang telah berjasa saat ini dalam hidupku. Orang yang aku syukuri keberadaannya. Pertama kedua orang tuaku, semoga kedua orang tuaku senantiasa panja...