Posts

Beberapa waktu lalu diskusi mantab terjadi. Ruang tengah yang terang, namun udaranya panas. Satu pihak mengungkapkan keinginan yang baik, namun merugikan pihak lainnya. Tapi hal ini harus dilakukan, karena disitulah kehidupan dapat berlangsung. Pihak yang dirugikan tak tahu apa yang harus diperbuat ataupun katakan, Selalu semuanya akan menjadi diskusi yang alot dan akhirnya tak menemukan solusi apapun. Tapi saat dia berani angkat bicara, Semua pemikiran dan kecemasan tertumpah ruah, Pihak satu akhirnya memahami sebetulnya masalah bukan ada pada dirinya, namun lawan bicaranya. Mereka pun saling melunak, menemukan jalan keluar yang menenangkan kedua pihak tersebut🤗

Rel Kereta

Hari itu suasananya ramai, Banyak orang berseragam, tergesa-gesa di perjalanan. Tak jarang terdengar suara klakson, Juga beberapa kendaraan saling bertubrukan ringan, Rem gas rem gas, Suara tukang parkir yang berusaha mengatur padatnya lalu lintas. Tak lama itu, terdengar bunyi ting nung ting nung ting nung dengan cepat Artinya palang jalan akan ditutup, Kereta akan segera lewat. Namun bukannya menyingkir, beberapa orang malah menerobos dengan cepat Tak jarang juga yang tersangkut di antara celah rel, Membuat panik! Pasti akan histeris orang yang melihatnya. Mengapa mereka begitu tak sabar? Hingga harus memacu kendaraan dengan cepat dan membunyikan klakson berisik Kapan terakhir kali kita menikmati perjalanan kita dengan tenang? Pagi yang begitu semerawut.

Anabul

Kala itu ... terasa sepi saat berada di rumah yang kosong ini.  namun sejak hadirnya hewan berbulu putih,  aku tak lagi merasa kesepian. ekornya selalu dikibaskan saat melihatku datang memanggil namanya, mengajarinya bersalaman, melompat, bahkan menggonggong, dia selalu ingin tidur di bawah kakiku, meminta perlindungan saat dimarahi menungguku pulang atau menyelesaikan pekerjaan rumah. hewan berbulu yang paling ramah dan setia pernah saat aku menangis atau kesakitan, dia menyadarinya dan menghibur dengan mencium atau bahkan memeluk satu-satunya makhluk yang pengertian tanpa harus mengerti bahasanya anabul putih kesayanganku, bayiku, temanku...

Fase Hidup Untuk Saat Ini

 Sekarang saya ada di fase HIDUP UNTUK SAAT INI. Berbekal dari perjalanan hidup yang penuh liku, rasanya bohong jika tidak pernah mengalami kebimbangan, kekecewaan atau perasaan sendirian. Keraguan, kecemasan, ketakutan dan perasaan yang berkecamuk menjadi satu dalam waktu yang bersamaan. Rasanya penuh dan sesak. Tetapi hampir setahun ini saya merasa damai. Saya merasakan adanya pertumbuhan dalam diri saya yaitu kedewasaan dalam berpikir dan berperilaku. Semua pengalaman yang lalu, membawa saya menjadi pembelajar yang tangguh dan kuat. Membuat saya semakin percaya akan kekuatan dalam diri, kontrol utama semua berpusat pada diri kita sendiri.  Menyenangkan sekali rasanya bisa menikmati setiap moment yang ada di depan mata, hidup untuk saat ini. Lalu dengan sedikit kebijaksanaan mulai melepaskan semuanya itu dalam kenangan yang indah. Berbahagia secukupnya, bersedih secukupnya, marah secukupnya. Seperti halnya anak kecil yang bertengkar dengan seorang teman, lalu keesokan hariny...

Sebuah Kemungkinan

Kalau diperhatikan, setiap orang pasti punya permasalahan hidupnya masing-masing yang tak sama satu dengan yang lainnya bukan? Setiap kita mau tidak mau dituntut untuk bisa mengatasi masalah itu, entah bagaimanapun caranya.  Ada orang yang bermasalah dalam pekerjaannya, pendidikannya, rumah tangganya, kariernya, percintaannya dan lain lain sebagainya. Jika diruntutkan mungkin akan terlihat sangat banyak dan menyesakkan satu dengan yang lain. Tapi pernahkah ada terpikir mengapa saya? Mungkin karena memang Anda yang dipercayai untuk menanggung tanggung jawab itu. Anda memang sejak awal diciptakan untuk bisa melewati segala tantangan hidup itu, dan diyakini bisa bertanggung jawab menghadapinya. Mungkin semesta ingin mengajarkan sesuatu pada Anda, tentang arti kehidupan yang berbeda dari yang lain. Semesta ingin Anda bisa melihat dari kacamata yang tak biasa, sehingga bisa menjadi semacam kesaksian kebenaran yang ditunjukkan lewat diri Anda. 

Cerita Menikah

Saat menikah, tentu banyak orang yang mendoakan kebaikan untuk keluarga kecil kami yang baru. Doanya terutama tentang agar cepat dikaruniai momongan. Saat itu kami tentu bergirang hati, mengamini semua ucapan dan doa dari sanak saudara dan rekan yang menjadi saksi perjalanan kisah cinta kami selama ini. Namun lambat laun, ucapan itu terdengar sangat menjengkelkan. Terutama ketika pernikahan kami sudah berjalan beberapa tahun, namun tak kunjung dikaruniai. Bukan menolak untuk punya. Bukan tidak berusaha, namun ternyata tak semudah itu untuk bisa memiliki keturunan. Banyak hal yg perlu dipersiapkan ; mental, keuangan, waktu, dan banyak hal lain yang menuntut tanggung jawab ketika menjadi seorang Ibu & Ayah sehingga bisa disebut orang tua. "Keluarga bahagia adalah keluarga yg mempunyai anak" sepertinya pandangan yang masih sangat melekat, sehingga akhirnya memberikan tekanan pada pasangan muda untuk cepat & segera memiliki anak. Tuntutan ini jg sangat besar terutama kepa...

Afirmasi Positif

Saya mempunyai tubuh yang sehat, Saya selalu bersemangat dalam melakukan hal-hal baru, Saya bahagia,  Saya bisa mencapai banyak hal dalam hidup,  Saya bisa mengerjakan pekerjaan saya dengan sangat baik, Saya membanggakan bagi diri & keluarga saya, Saya percaya dengan semua harapan saya dalam Yesus,  Saya menjadi istri yang baik & selalu dicintai,  Saya menjadi anak yang berbakti,  Saya dicintai keluarga dan sahabat-sahabat saya, Semua pekerjaan yang saya lakukan akan dibuat berhasil, Saya akan pergi traveling dalam & luar negeri, Keluarga saya selalu berkelimpahan,  Pekerjaan suami saya akan selalu lancar dan sukses, Orang tua saya akan selalu sehat & bahagia, Ciko akan selalu bahagia tinggal berasama kami di rumah ini, Saya akan dicintai murid-murid saya, Saya selalu mendapatkan pertolongan ketika sendirian, Saya selalu penuh rasa syukur, Saya dapat mengendalikan diri dengan amat baik, Semua orang akan bersahabat dengan saya,  Tabungan...