Posts

Showing posts from 2021

Kenapa Aku?

Rasanya hanya sattu kalimat itu yang terus terngiang di kepalaku saat ini. Saat aku merasa mendapatkan mimpi buruk, saat aku merasa tak bisa mengatasinya sendiri, saat aku butuh kekuatan dari orang sekitarku untuk bertahan dari ini. Perasaan ini sungguh menyesakkan dada. Sakit yang tadinya tidak terasa menjadi seolah memuncak. Kenapa aku? Seolah-olah aku menolak untuk mendapatkan rasa sedih, Menolak untuk bilang bahwa aku tidak baik-baik saja. Berjam-jam mengeluarkan air mata pun rasanya percuma, hanya sakit kepala yang akhirnya menghantui malamku. Overthinking lagi... Aku lagi-lagi harus berusaha menenangkan diriku yang bahkan tidak bisa tenang. Mencoba mengatur napas berkali-kali, namun tetap tidak beraturan. Kenapa aku? Saat aku sudah merasa baikan dari masalah yang lalu, saat aku sudah berdamai dengan keadaan yang memuakkan, saat aku baru saja menyemangati orang lain untuk bersabar, menikmati hidup.  Lalu ini yang kemudian aku dapatkan.

Mengerti Menjadi Dewasa (?) Part II

Andai waktu bisa berputar, aku ingin melihat kembali segala proses yang telah aku lewati dari aku lahir di Bumi, mulai menangis, kemudian mulai merangkak, berjalan, dan berbicara. Aku merindukan diriku yang kecil yang pertama kalinya masuk sekolah dan merasa insecure. Aku merindukan diriku yang akhirnya menemukan sahabat pertama kalinya, mulai mengalami perdebatan dengan teman dan melalui rasa suka dengan lawan jenis.  Aku merindukan saat dulu aku tertawa dengan lebar bersama sahabat-sahabatku, aktif mengikuti kegiatan di luar rumah, mersakan menjadi remaja yang sering bertengkar dengan orang tua, rindu menjahili teman dan guru di sekolah, harus masuk ke ruang BK karena nilai yang jelek, rindu diejek teman-teman karena ada yang naksir...  Aku juga masih ingat dimanaa dulu aku sekolah, pertama kalinya aku mendapatkan nilai yang bagus, pertama kalinya mendapat pujian dari guruku, mendapatkan surprise ulang tahun, ataupun moment minum expresso bersama teman-teman sampai malamnya ...

Kuatlah!

Lama tidak menulis, membuat jemari ini sedikit kaku. Bingung memilah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan hati dan pikiran saat ini. Ingin rasanya bercerita dengan gamblang seperti orang-orang di luar sana, ingin bisa mendapatkan suasana baru yang menyejukkan. Panas, sekarang rasanya seperti itu. Selain karena cuaca disini memang jarang hujan, aku duduk di ujung kasur, sembari berusaha mencari keheningan ditengah kebisingan, berusaha menikmati kesendirian yang lagi-lagi kurasakan. Dasar si mudah mengeluh! Sebenarnya aku berusaha untuk tetap percaya diri dalam menghadapi kehidupan. Meskipun kadang gontai langkahku karena merasa gagal untuk membenahi diri menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Rasanya aku selalu kembali ke titik dimana aku sangat mendramatisir kehidupanku. Apa karena peralihan usia?  Rasanya alasan itu terlalu klasik. Tadinya aku pikir, setelah dewasa aku akan baik-baik saja. Namun nyatanya tidak mudah menerima kenyataan dalam kehidupan ini. Berkali-kali aku ...

Healing

Malam ini aku memejamkan mata.  Sembari perlahan menarik nafas dan menghembuskannya.  Mencoba merasakan semua emosi yang ada dalam diriku,  Mencoba mencari apa yang sebenarnya aku takuti?  Apa yang menjadi beban pikiranku semalam hingga aku terjaga?  Hal-hal apa saja yang sudah aku syukuri?  Mengapa aku tidak bahagia?  Mengapa aku kesepian?  Mengapa aku merasa lelah?  Pertanyaan-pertanyaan yang seketika berkeliaran dalam pikiranku,  Apakah aku bisa mengontrolnya?  Aku pun juga melihat beberapa sosok orang yang ada disekitarku,  Yang karena kehadiran mereka aku bisa menikmati moment dalam  hidup ini.  Aku berusaha keras untuk berada di titik ini. Tapi apakah usahaku sudah semaksimal mungkin?  Mengapa aku terus meragukan diriku sendiri?  Mengapa aku begitu tidak percaya diri?  Aku butuh waktu untuk bisa menjawabnya. 

Marah

Aku kesal.  Aku jenuh.  Aku bosan.  Aku merasa gak didengar.  Aku merasa gak diperlukan.  Aku hanya diminta menunggu,  Tanpa kepastian.  Aku tidak boleh mengeluh,  Aku tidak boleh marah,  Aku tidak boleh mencari kesenangan sendiri juga.  Aku kesepian.  Banyak yang ingin aku ceritakan,  Banyak juga hal yang terjadi hari ini.  Aku juga ingin bicara,  Aku juga ingin didengarkan,  Aku juga ingin mengadu,  Aku ingin meluapkan semua emosi yang ada.  Aku tidak melarang untuk diriku sendiri,  Tapi aku justru selalu batasi diriku dengan banyak hal.  Aku selalu merasa dikurung,  Tak bebas,  Tertekan,  Terpaksa. 

HARI

Pagi ini aku melangkah perlahan,  Keluar dari rumah yang dicat serba putih,  Cuaca yang cerah membuatku semakin bersemangat,  dan melupakan  bahwa sebelumnya sudah mengalami sakit.  Aku memang idealis.  Tetapi tidak sejak dulu, baru ini aku tahu.  Aku lumayan sering menekan diriku sendiri supaya bertindak sempurna,  Walaupun tuntutannya menyiksaku.  Meskipun saat kelelahan aku baru bisa menyadari bahwa tak mungkin tubuh ringkih ini bisa melegakan hati semua orang,  Mengikuti semua perintah tanpa berpikir dua kali.  Waktu menunjukkan pukul 2 siang.  Ini adalah waktu yang tepat untuk beranjak dari sini.  Tetapi aku menunggu, hingga semakin sepi suasananya.  Berbasa-basilah sedikit dengan sesama,  Lupakan sejenak prinsip "teng- go "   Setelah cukup dan merasa tidak ada lagi bahan untuk dibicarakan,  Aku berjalan pulang.  Panas. Itu yang kurasakan saat keluar dari gedung.  Banyak tukang ojek ...