Posts

Mengerti Menjadi Dewasa (?) Rev Part I

Saat ini adalah saat dimana terjadi pertentangan batin. Aku memilih untuk mendengarkan egoku, mengikuti arus yang belum tentu adalah yang terbaik bagiku.  Aku seringkali merasa menyesal kemudian, setelah melakukan beberapa hal yang kuanggap menyenangkan.  Sesaat yang lalu aku merasa senang, puas dan merasa bahwa inilah yang aku mau.Tapi setelah kupikirkan kembali, aku mulai merasa diriku benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku melakukan hal itu? Membuatku sulit untuk menutup mataku saat dimalam hari, membuatku merasa insecure selama berhari-hari lamanya.  Aku mulai berpikir apakah aku semudah itu? Penyesalan datang lagi bertubi-tubi, lalu disertai amarah dan sedih. Apa sebetulnya yang aku cari dalam hidup ini? Kenapa aku menyia-nyiakan masa mudaku ?  Sesaat aku merasa bahagia, berhari-hari aku merasa sedih, kecewa, takut dan perasaan bersalah itu terus menghantuiku.  Kita sudah dewasa, sudah seharusnya bersikap bijaksana dalam bertindak. ...

Mengerti Menjadi Dewasa (?) Part III

Menjadi dewasa rupanya sangat sulit & benar-benar sulit. Semakin banyak pergumulan yang harus dihadapi setiap harinya. Lelah, tapi harus terus dijalani. Kesepian, karena tidak ada teman berbagi. Takut, jika harus bercerita dan dihakimi. Mengapa proses ini begitu panjang dan rumit? Semakin banyak masalah baik internal maupun eksternal yang menambah rentetan pemicu stress. Suasana hati begitu cepat berubah,  Ingin marah, menangis dan bahagia dengan siklus yang tak menentu. Aku hanya sedang mencoba pahami dan menantikan jawabannya.. dalam waktu yang entah sampai kapan berakhir.

Good for Me

Hidup itu complicated. Pilihan yg kita pilih bisa aja salah.  Tapi daripada pusing mikirin hal yg gabisa di ubah, mending cari solusi utk sesuatu yang bisa di jalani sekarang. Banyak orang yg menyayangkan apapun keputusan yg kita buat, tapi semua itu kembali ke kita. Ga ada orang yg ingin gagal, Ga ada orang yg ingin terjatuh apalagi luka. Pernah ga sih kita belajar dari sebuah proses? Apa yg kira² bisa dipetik dari itu? Apa yg aku dapat dari berkali-kalinya aku gak di percaya, mulai lagi dari nol untuk semua hal yg gak pernah aku perhatikan kalau itu penting. Aku harus belajar bahwa punya ambisi itu penting.  Punya tujuan hidup itu penting supaya gk menyesal di kemudian hari. Hidup dengan damai itu bagus, tapi kalopun banyak tantangan gak salah juga.  Aku harus bersusah lagi dari awal lagi, Menata lagi dari awal. Ok, gapapa jgn menyesal terlalu lama. Yuk aku pasti bisa. Berjuang!! 

Jarak

Berkilo-kilo meter jarak yang  ditempuh setiap harinya.. Tak mengenal lelah mencurahkan tenaga serta pikiran, bersesah dengan seonggok pekerjaan yang tak kunjung usai.. Terlihat samar-samar jalanan basah diterpa hujan lebat, Genangan air yang membuncah ketika terinjak oleh ban kendaraan yang hilir mudik dengan kecepatan 40 sampai 60 kilometer tiap jamnya.  Semua orang berburu ingin segera pulang,  Kukira mereka semua ingin secepatnya merebahkan punggung yang sudah kaku, kepala yang kian berat, Namun disisi lain juga ingin sejenak bersendagurau merasakan hangatnya keluarga, Setelah satu hari beraktivitas tanpanya.  Mari kuatkan hati, kuatkan tenaga. Masih ada hari esok, masih banyak perjuangan yang harus ditempuh dan upayakan supaya semua berhasil. Semangat

Menyesal

 Sebelum memejamkan mata di malam hari, pikiranku seringkali berkelana kesana dan kemari seolah tak ingin mengakhiri hari. Sesaat tergambar dengan jelas kenangan masa kecilku, masa remaja hingga dewasa muda. Aku sangat merindukan kedua orang tuaku. Semakin hari mereka semakin tua & aku juga harus semakin bisa hidup dengan mandiri. Aku harus mempersiapkan diri untuk banyak hal diluar sana yang tak pernah terduga apa.  Dulu aku bisa dengan bebas mengadu dan mengeluh, namun saat ini aku tidak. Aku yang pandai bercerita dan tertawa, saat ini tidak. Ternyata dewasa itu sulit. Ternyata dewasa itu penuh dengan tangisan. Ingin menyudahinya tak memungkinkan, dan kembali ke masa lalu pun tak ada guna. Menyesal, selalu itu yang terbesit.

Terjebak

 Tanpa kata aku menatap, dengan sayu aku melihat betapa besarnya keinginan dia membahagiakan semua orang kesayangannya.  Sungguh, aku sangat menghargai hal itu. Namun apakah dia mampu memahami bahwa tak semua yang dirasakannya itu tepat dan tak semua yang dipikirnya itu mampu mewakili keinginan hati orang lain. Aku dengan segala kekuranganku, seringkali berargumen sendiri. Bagaimana caraku untuk bisa menyampaikan opiniku dengan kata yang lugas dan tegas. Berkali-kali orang berkata bahwa aku tak pandai berkomunikasi, tentu bukan karena aku tak mampu, tapi karena aku terlalu menutup diriku dari dunia luar yang bahkan tak pernah aku coba untuk membukanya sendiri. Terlalu banyak ketakutan yang menahanku untuk pergi dari zona nyaman ini. Aku selalu merasa kosong bahkan disaat banyak orang disekelilingku dengan begitu perhatian dan menaruh kasih sayang tulus padaku. Apa hanya aku makhluk yang tidak pandai bersyukur?  Rasanya sudah berulang kali aku terjebak dengan situasi ini t...

Ada Kalanya

 Ada kalanya memang, mungkin seharusnya kita sendirian. Tenang dalam keheningan masing-masing lalu merenungi segala kejadian yang telah terjadi dalam hidup ini. Apakah sudah tepat perbuatanku hari ini? Apakah kata-kataku keterlaluan? Apakah aku terlalu baik kepada orang lain? Apakah aku bisa menghadapi semua yang terjadi dan apakah aku bisa melaluinya dengan tegar tanpa memohon kepada siapapun untuk menolong. Ada kalanya, perasaan itu begitu membuncah, begitu menggembirakan sehingga aku terlena dalam kenikmatannya. Namun tak jarang juga tiba-tiba semuanya berbalik menjadi kesengsaraan dan malapetaka yang begitu menyakitkan. Aku menyadari bahwa betapapun besar usaha yang aku lakukan untuk membahagiakan orang, tapi aku akhirnya tidak mampu. Karena pada kenyataannya setiap kita butuh pengakuan diri.  Apa yang aku lakukan saat ini, tidak bisa dibilang egois karena keinginanku jelas. Aku memang ingin diakui dan dihargai. Tapi begitu aku memiliki perasaan ingin ditinggikan, maka aku...