Posts

Hujan

Hujan membawa saya pada kenangan lama. Mengingatkan kembali pada masa kecil yang dulu rasanya perih, namun saat diingat menjadi nostalgia yang manis.  Setiap hari di musim hujan, saya harus menaiki motor, duduk di depan dan berangkat sekolah bersama bapak juga kakak saya. Sangat tidak nyaman. Mantol yang seadanya, kadang membuat sepatu dan baju menjadi basah. Belum lagi saat pulang sekolah, saya kembali harus menaiki motor dengan mengenakan mantol, maka setiap hari saya pasti mengenakan jaket dan lebih sering dikuncir kuda saat itu.  Tapi saya tidak pernah membenci hujan, saya selalu senang karena hujan membawa damai dan suasana nyaman. Kala hujan deras mengguyur, selalu ada sosok bapak yang menjaga. Bapak yang selalu sedia mengantar kemana saya hendak pergi. Tak peduli pada akhirnya bajunya basah atau sepatunya basah, tapi bapak selalu memberikan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Saya melihat & merasakannya. Terima kasih bapak. Maka itu saat hujan, saya menjadi rindu b...

Berhenti

     Saya adalah seorang pemotor. Bisa dibilang, motor adalah kaki saya. Karena hampir setiap hari menggunakannya sebagai transportasi utama ketika berpergian. Jarak antara rumah ke kantor kurang lebih 18 kilometer (satu kali perjalanan) dan jika dijumlahkan pulang pergi menjadi 36 kilometer. Saya mengendarai motor sendiri dengan kecepatan 40 km/jam atau paling kencang 80 km/jam, waktu perjalanan pun cukup lama ya sekitar 40-45 menit atau jika lalu lintas tidak terlalu padat, bisa hanya memakan waktu 30 menit.     Suatu ketika pernah, saat cuaca hujan. Saya memacu motor saya dengan kecepatan 60-80km/jam, karena saya menghindari hujan. "Di depan sedang lampu hijau! Saya akan berhasil melewati ini jika kecepatan saya bertambah" pikir saya. Namun, sudah jelas jalanan licin dan ada mobil di depan saya yang melambat, maka saya menggunakan rem tangan lalu akhirnya terpeleset. Kaget. Saya terjatuh dan terluka dibagian siku juga memar di daerah paha. Tapi ada dua orang ...

I R I

Melihat mereka yang mampu melakukan apapun, mencapai mimpinya dengan mudah,  menghasilkan banyak hal di dunia orang dewasa, sangat membuat iri. Mereka tersenyum dan bahagia,  pergi ke kota-kota besar di berbagai negara, membeli barang-barang mewah, makan makanan yang lezat setiap harinya, mencoba banyak hal baru, yang bahkan sudah kumimpikan dari dulu kala, namun mereka sudah menggapainya. Lelah sekali kalau harus terus membandingkan, dengan orang yang perjuangannya tak sama, juga yang pengorbanannya tak sama, mungkin sejak lahir mereka sudah beruntung? atau memang punya previllage,  yang artinya mereka spesial. Setiap harinya terus berusaha memahami, hal-hal yang rumit di sekeliling, entah mengapa, kapan dan bagaimana kita harus berjuang atau tentang siapa dan dimana yang akan mewujudkannya.  Terlalu sering merasa kesal, sampai kepala dipenuhi oleh pemikiran-pemikiran picik. Lagi-lagi berakhir dengan menyalakan keadaan, lalu memaki diri dalam kekalutan. Manusiawi.

Mengerti Menjadi Dewasa (?) Rev Part I

Saat ini adalah saat dimana terjadi pertentangan batin. Aku memilih untuk mendengarkan egoku, mengikuti arus yang belum tentu adalah yang terbaik bagiku.  Aku seringkali merasa menyesal kemudian, setelah melakukan beberapa hal yang kuanggap menyenangkan.  Sesaat yang lalu aku merasa senang, puas dan merasa bahwa inilah yang aku mau.Tapi setelah kupikirkan kembali, aku mulai merasa diriku benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku melakukan hal itu? Membuatku sulit untuk menutup mataku saat dimalam hari, membuatku merasa insecure selama berhari-hari lamanya.  Aku mulai berpikir apakah aku semudah itu? Penyesalan datang lagi bertubi-tubi, lalu disertai amarah dan sedih. Apa sebetulnya yang aku cari dalam hidup ini? Kenapa aku menyia-nyiakan masa mudaku ?  Sesaat aku merasa bahagia, berhari-hari aku merasa sedih, kecewa, takut dan perasaan bersalah itu terus menghantuiku.  Kita sudah dewasa, sudah seharusnya bersikap bijaksana dalam bertindak. ...

Mengerti Menjadi Dewasa (?) Part III

Menjadi dewasa rupanya sangat sulit & benar-benar sulit. Semakin banyak pergumulan yang harus dihadapi setiap harinya. Lelah, tapi harus terus dijalani. Kesepian, karena tidak ada teman berbagi. Takut, jika harus bercerita dan dihakimi. Mengapa proses ini begitu panjang dan rumit? Semakin banyak masalah baik internal maupun eksternal yang menambah rentetan pemicu stress. Suasana hati begitu cepat berubah,  Ingin marah, menangis dan bahagia dengan siklus yang tak menentu. Aku hanya sedang mencoba pahami dan menantikan jawabannya.. dalam waktu yang entah sampai kapan berakhir.

Good for Me

Hidup itu complicated. Pilihan yg kita pilih bisa aja salah.  Tapi daripada pusing mikirin hal yg gabisa di ubah, mending cari solusi utk sesuatu yang bisa di jalani sekarang. Banyak orang yg menyayangkan apapun keputusan yg kita buat, tapi semua itu kembali ke kita. Ga ada orang yg ingin gagal, Ga ada orang yg ingin terjatuh apalagi luka. Pernah ga sih kita belajar dari sebuah proses? Apa yg kira² bisa dipetik dari itu? Apa yg aku dapat dari berkali-kalinya aku gak di percaya, mulai lagi dari nol untuk semua hal yg gak pernah aku perhatikan kalau itu penting. Aku harus belajar bahwa punya ambisi itu penting.  Punya tujuan hidup itu penting supaya gk menyesal di kemudian hari. Hidup dengan damai itu bagus, tapi kalopun banyak tantangan gak salah juga.  Aku harus bersusah lagi dari awal lagi, Menata lagi dari awal. Ok, gapapa jgn menyesal terlalu lama. Yuk aku pasti bisa. Berjuang!! 

Jarak

Berkilo-kilo meter jarak yang  ditempuh setiap harinya.. Tak mengenal lelah mencurahkan tenaga serta pikiran, bersesah dengan seonggok pekerjaan yang tak kunjung usai.. Terlihat samar-samar jalanan basah diterpa hujan lebat, Genangan air yang membuncah ketika terinjak oleh ban kendaraan yang hilir mudik dengan kecepatan 40 sampai 60 kilometer tiap jamnya.  Semua orang berburu ingin segera pulang,  Kukira mereka semua ingin secepatnya merebahkan punggung yang sudah kaku, kepala yang kian berat, Namun disisi lain juga ingin sejenak bersendagurau merasakan hangatnya keluarga, Setelah satu hari beraktivitas tanpanya.  Mari kuatkan hati, kuatkan tenaga. Masih ada hari esok, masih banyak perjuangan yang harus ditempuh dan upayakan supaya semua berhasil. Semangat