Posts

Tentang Diriku

Beberapa saat yang lalu aku merasa terharu sekali pada diriku sendiri. Betapa aku bisa sejauh itu menekan perasaanku, agar melihat orang yang kucintai mendapatkan kebahagiaannya. Rasanya agak menyakitkan memang, saat harus mengatakan 'ya' padahal sebetulnya aku tak ingin itu. Aku benar-benar mementingkan perasaan orang lain diatas aku. Entah harus bangga atau tidak, tetapi aku rasa ada baiknya begitu karena aku tidak tumbuh menjadi pribadi yang egois. Aku mendengarkan keluhan orang-orang, tetap berpegang teguh pada pikiran positif tentang mereka, berhati-hati dalam mempercayai seseorang, dan bersikap hangat kepada siapapun. Kadang memang ada saatnya aku tidak puas. Aku lelah untuk 'mengalah', sewaktu-waktu pun aku ingin menang dan mengucapkan terima kasih kepada orang yang mau berbahagia karena hal yang aku sukai, tetapi aku justru sering berlaku kebalikannya. Aku sabar menantikan kebaikan orang itu, dan menantikan dia bertanya tentangku padahal semua yang ingin kukatak...

Ku Rindu, Opa.

Opa hanyalah seorang Opa. Orang tua yang kuat sekaligus lembut hatinya. Setiap saat selalu was was kepadaku, Selalu ingat tuk bilang bahwa aku harus menjaga diri. Tidak boleh mudah dibujuk orang. Opa selalu peduli padaku. Apakah aku mengantuk, Apakah aku sudah makan, Takut aku kehujanan, Apa aku sudah sampai di rumah dengan selamat, Menjahitkan celana tidur yang khas yaitu dengan kombinasi kain perca, Membelikan susu ultra atau ice cream, Membuatkan aku pizza mie pertama yang kusukai sampai sekarang. Opa hanyalah Opa. yang masih aku rindukan hingga saat ini. yang selalu kusesali kepergiannya yang mendadak, hingga aku tak sempat mengatakan apapun, bahkan untuk bilang aku sungguh menghormati dan menyayanginya atau sekedar ucapan terima kasih telah menjagaku hingga menjadi wanita dewasa yang baik. Yang kubisa hanya menangisinya dalam keheningan juga kesepian. Memarahi diriku karena tidak melihatnya tuk terakhir kalinya. Sungguh aku hanya bisa menangis.

Mencintai dengan Caraku

"Biarkan aku aku mencintaimu dengan caraku" - Arsy Widianto  Beberapa hari ini, lagu itu terus mengalun dalam smartphone yang terhubung dalam spotify  . Aku suka lagu itu. Liriknya, nada lagunya. Saat aku mendengarkan lagu itu, sering kali terbesit wajah seseorang. Aku ingat beberapa waktu yang lalu dia bertanya padaku tentang bagaimana jika dia dipindahkan keluar kota. Apakah aku akan tetap bersamanya atau tidak. Jujur saja, aku selalu takut menjalani hubungan jarak jauh. Alasannya bukan karena tidak mampu, tapi karena tak terbiasa. Tapi, hidup ini selalu membutuhkan banyak pilihan. Terkadang untuk maju, harus ada beberapa hal yang rela dikorbankan. Harus ada yang mengalah. Tidak egois. Kalau aku terus menahannya disisiku, tentu bukan hanya dia yang tidak berkembang dan itu bukanlah cinta yang benar. Untuk menjadi seseorang yang bermakna, dibutuhkan kerja keras, usaha dan doa. Setiap orang yang bermimpi besar, mampu melakukan hal yang besar pula. Setiap orang yang dapat ...

Tanggal Hari Ini

Sulit rasanya. Ketika sudah sayang dan harus meninggalkan atau ditinggalkan.  Bagiku dekat dengan anak-anak merupakan hal yang mudah tapi berseni. Tidak semua orang disukai anak-anak, dan tidak semua orang meninggalkan kesan yang baik untuk dikenang oleh anak.Seumur hidupku, aku sudah mengajar bina iman selama 4tahun hingga saat ini, dan mengajar selama 5bulan di sekolah umum dan 6 bulan melakukan penelitian di sekolah luar biasa. Duniaku adalah bersama anak-anak. Hampir setiap hari aku bersama anak-anak. Dipeluk, dirangkul, disalami, diberikan senyuman, berinteraksi bersama mereka merupakan hal yang sangat aku syukuri. Meskipun tak jarang aku menegur mereka karena aku ingin mendidik mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Lewat anak-anak aku belajar menjadi lebih bijaksana, sabar, dan tidak egois. Melalui mereka aku menemukan sukacita dan bersyukur berkali-kali lipat. Sedih rasanya bila akhirnya aku harus melepaskan pekerjaanku dan berpindah ke tempat lain yang tentu saja memb...

KekasihkuπŸ‘«

2018 mungkin adalah tahun yang penuh cinta bagiku. Mengapa tidak? Aku menemukan banyak sekali kebahagiaan yang aku cita-citakan. Kelulusan dan bahkan mendapatkan "bonus" yaitu kekasih. Pada tahun inilah aku menemukan cinta yang kuinginkan. Percaya atau tidak, semua yang terjadi dalam hidupku adalah sesuai dengan apa yang kuinginkan. Hampir sama persis. Aku hanya menuliskannya di tahun sebelumnya, dan aku mendapatkannya. Mungkin kalian akan tercengang kalau aku menceritakan detailnya, namun begitulah adanya. Kekasihku ini, sudah kunantikan kehadirannya. Dia tepat seperti yang aku harapkan, malah mungkin lebih. Aku super bahagia mendapatkan dia. Kekasihku hanya seorang teman lama yang dulu aktif bersama dalam kegiatan gereja.  Kekasihku hanya laki-laki yang "tak sengaja" hadir, diutus Tuhan untuk mendampingi aku diusiaku yang menginjak 23 di tahun depan.  Kekasihku, hanya seorang yang aku hargai setiap keputusan dan keinginannya karena dia menjadi panutan...

Aku Saat Ini dan Nanti

Hallo sahabat blogger ! Wah sudah lama sekali aku gak posting tulisan di blogger ini. Kalo aku review tulisan-tulisanku sebelumnya... Aku hanya bisa ketawa tawa karena ternyata aku sungguh kekanak-kanakan. Tapi apa yang kutulis adalah kejujuran perasaan yang kurasakan saat itu. Balik lagi ke sifatku yang sampai sekarang masih melekat yaitu sulit mengungkapkan perasaan, makanya aku menyimpannya untuk diri sendiri dan meluapkannya lewat tulisan atau lagu yang kusenandungkan. Ok aku mau cerita kalau udah banyak banget perjalanan yang aku lalui dari tulisan terakhir ku di tahun 2016. Aku mengalami jatuh bangun (karena memang begitulah kehidupan yang sesungguhnya). Aku mengalami dilema persahabatan, pacaran, dan sakit,tapi disamping itu juga  aku mengalami kesuksesan yaitu bisa lulus kuliah dan mendapatkan mimpi yang selama ini hanya diangan. Intinya banyak sekali hal yang telah kulalui dan aku merasa senang bisa mencapai titik dimana aku pijaki saat ini. Aku bersyukur karena Tuhan ma...

aku meninggalkanmu

kamu tau ? seberapa banyak hal yang telah aku korbankan, hanya untuk perasaan ini? perasaan yang serba salah, tak ada satupun orang yang mengetahuinya tak ada orang yang mau memahaminya untukku. kamu tau betapa aku sangat bodoh ketika tidak mendengar kata orang tuaku ? dan sekarang aku begitu menyesal atas apa yang telah kulakukan. bersamamu telah aku lewati begitu banyak cobaan, tapi kamu sampai sekarang pun tidak mengerti apa yang disebut 'perjuangan' kamu terlalu egois untuk orang lain yang bahkan selalu mengkhawatirkanmu ! siapa kamu sebenarnya ? hingga bisa menyentuhku dengan kejam, tak berperasaan ! mulai sekarang aku telah memutuskan untuk tidak lagi terlibat dengan semua hal tentangmu aku lelah dengan sikapmu yang tidak bersahabat denganku aku juga sudah cukup banyak kamu sakiti dengan mudah aku pastikan kali ini aku mundur tanpa keraguan. dan tidak akan takut atau takhkuk dengan ancaman dan tipu muslihat darimu sudah tak penting lagi semua kenangan yang...